Jenis soket atau konektor adalah parameter pertama yang harus diperiksa saat membeli dan memodifikasi lampu depan LED sepeda motor. Meskipun voltase dan daya sepenuhnya kompatibel, soket yang salah akan menghambat pemasangan. Mengetahui fitur-fitur soket populer membantu pembeli ekspor memilih barang secara efisien dan mengurangi retur yang disebabkan oleh ketidakcocokan konektor.
H4 adalah soket lampu depan sepeda motor yang paling populer dan banyak digunakan. Soket ini mengadopsi desain filamen ganda dengan steker 3 pin dan tiga lug standar. Pasokannya melimpah dan memiliki permintaan global yang sangat besar. HS1 juga memiliki filamen ganda dan konektor 3 pin, namun memiliki lug yang lebih lebar dan tidak dapat ditukar langsung dengan H4. H17 dan M5/H6 adalah soket 3 pin filamen ganda dengan lug beralur khusus. Tampilannya mirip dengan H4, sehingga diperlukan identifikasi yang cermat.
H7 adalah soket filamen tunggal dengan steker 2 pin dan satu lug tunggal. H9 dan H11 termasuk dalam seri filamen tunggal dengan soket plastik berbentuk L, yang banyak digunakan pada beberapa model Eropa dan Amerika hanya untuk fungsi lampu jauh atau lampu dekat terpisah.
Soket Eropa klasik seri P mencakup P14.5S, P15D 30/3, P26S, PX26D dan P36D(BPF). Soket ini terutama dipasang pada sepeda motor bergaya Eropa klasik dan mempertahankan permintaan yang stabil di wilayah luar negeri tertentu.
Dalam bisnis ekspor, jangan menilai jenis soket hanya dari tampilannya saja. Beberapa soket terlihat hampir identik tetapi berbeda pada bagian lug, alur, dan susunan pin. Pemasangan yang dipaksakan dapat mengakibatkan perakitan gagal atau sambungan longgar. Pedagang grosir harus mencantumkan karakteristik struktur dan pin pada halaman produk. Ingatkan pembeli untuk memeriksa model soket lampu asli sebelum meninjau voltase, suhu warna, dan parameter lainnya. Praktik ini mengurangi retur akibat salah barang dan meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan.